Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Al Aqidah As-Sanusiyyah: Dalil Sifat-sifat wajib bagi Allâh Ta'ala

 Ngaji Al-Aqidah As-Sanusiyyah 10

أَمَّا بُرْهَانُ وُجُودِهِ تَعَالٰى: فَحُدُوثُ العَالَمِ، لِأَنَّهُ لَوْ لَمْ يَكُنْ لَهُ مُحْدِثٌ بَلْ حَدَثَ بِنَفْسِهِ لَزِمَ أَنْ يَكُونَ أَحَدُ الأَمْرَيْنِ المُتَسَاوِيَيْنِ مُسَاوِيًا لِصَاحِبِهِ رَاجِحًا عَلَيْهِ بِلَا سَبَبٍ(١)، وَهُوَ مُحَالٌ. 

وَدَلِيْلُ حُدُوثِ العَالَمِ: مُلَازَمَتُهُ لِلْأَعْرَاضِ الحَادِثَةِ مِنْ حَرَكَةٍ أَوْ سُكُونٍ أَوْ غَيْرِهِمَا، وَمُلَازِمُ الحَادِثِ حَادِثٌ. وَدَلِيْلُ حُدُوثِ الأَعْرَاضِ مُشَاهَدَةُ تَغَيُّرِهَا مِنْ عَدَمٍ إِلَى وُجُودٍ، وَمِنْ وُجُودٍ إِلَى عَدَمٍ. 

(١) هذا التعبير غير مستحسن لإيهامه ما لا يليق، والأحسن أن يقال بلا مرجِّح، وليس مراده تسمية الله بالسبب لأن السبب مخلق، والله خالق الأسباب والمسببات.


*Bukti Sifat Wujud*

Adapun bukti keberadaan-Nya (sifat wujud Allâh Ta'ala)¹ adalah baharunya (terciptanya) alam². Karena seandainya tidak ada yang menciptakan (tidak memiliki pencipta) bahkan ada terjadi dengan sendirinya, maka mengharuskan ada salah satu dari dua perkara yang setara, yang menyamai selainnya dengan mengunggulinya tanpa sebab, dan hal itu mustahil³.

Dan dalil baharunya alam semesta adalah selalu menetapnya alam dengan sifat-sifat baharu seperti bergerak, diam, dan selainnya. Dan perkara yang selalu menetapi sifat baharu adalah (pasti) baharu. Dan dalil baharunya sifat-sifat alam adalah dapat disaksikan dari perubahannya dari tiada (tidak ada) menjadi ada dan dari ada menjadi tiada (tidak ada)⁴.

Catatan:

¹ Dalil Al Qur'an, Allah ﷻ berfirman:

قَالَتْ رُسُلُهُمْ اَفِى اللّٰهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ (إبراهيم: ١٠)

Maknanya: 

"Rasul-rasul mereka berkata, “Tidak ada keraguan akan adanya Allah, Pencipta langit dan bumi" (QS.Ibrāhīm [14]:10)

² Bahkan hewan ketika mendengar suara asing, maka langsung waspada. Begitu juga seorang bayi ketika mendengar ibunya mendekat akan merasa bahagia. Karena keduanya tahu bahwa dibalik suara tersebut ada pelakunya. Lalu bagaimana dengan alam semesta yang begitu megah dan teratur ini? Tentu ada yang menciptakan.

³ Contoh: matahari, keberadaan dan ketiadaannya adalah dua hal yang setara. Artinya akal sehat dapat menerima jika matahari itu ada ataupun tidak ada, karena dia makhluk. Pada kenyataannya, matahari itu ada sebagaimana yang kita saksikan. Keberadaan matahari ini tidak mungkin ada dengan sendirinya. Karena sesuatu tidak mungkin menciptakan dirinya sendiri.

⁴ Para Ulama mengatakan: berubah dari satu bentuk/kondisi ke bentuk/kondisi yang lain adalah tanda yang paling besar bagi makhluk.

Pertanyaan:

1. Apa yang bisa diambil hikmah dari keberadaan diri kita sendiri?

2. Orang tidak percaya adanya tuhan disebut apa?

3. Apa yang dimaksud dengan sifat Azali?

وَأَمَّا بُرْهَانُ وُجُوبِ القِدَمِ لَهُ تَعَالَى: فَلِأَنَّهُ لَوْ لَمْ يَكُنْ قَدِيْمًا لَكَانَ حَادِثًا فَيَفْتَقِرُ إِلَى مُحْدِثٍ فَيَلْزَمُ الدَّوْرُ أَوِالتَّسَلْسُلُ. 

*Bukti Sifat Qidam*

Adapun bukti wajib sifat qidam¹ Allâh Ta'ala adalah karena jika Allâh tidak Qadim, niscaya Dia baharu. Jika baharu maka akan membutuhkan kepada yang menjadikan (menciptakan). Sehingga akan timbul daur² atau tasalsul³ (dan ini adalah mustahil bagi Allâh).

Catatan:
¹ Dalil Al Qur'an, Allah ﷻ berfirman:

هُوَ ٱلۡأَوَّلُ وَٱلۡـَٔاخِرُ 
Maknanya:
"Dia Allâh adalah Dzat yang adanya tanpa permulaan dan tanpa penghabisan". (Surat Al-Hadid: 3)

² *Daur* adalah terhentinya keberadaan sesuatu kepada sesuatu yang lain yang keberadaannya juga terhenti kepada yang pertama (berputar). Contoh: adanya [A] butuh pencipta [B], dan adanya [B] butuh pencipta [A], begitu seterusnya.

³ *Tasalsul* adalah mata rantai yang tidak berujung. Contoh: adanya [A] butuh pencipta [B] dan adanya [B] butuh pencipta [C] dan adanya [C] butuh pencipta [D] dan begitu seterusnya butuh pencipta yang lain tanpa ada ujungnya.

Baik Daur ataupun Tasalsul, ini mustahil bagi Allâh.

Pertanyaan:
1. Apa yang dimaksud Sifat Al Qidam Allâh?
2. Apa yang dimaksud Sifat Al Qadim Allâh?
3. Apa yang dimaksud Allâh Al Awwal?
4. Apa yang dimaksud Allâh Azali?

وَأَمَّا بُرْهَانُ وُجُوبِ البَقَاءِ لَهُ تَعَالَى: فَلِأَنَّهُ لَوْ أَمْكَنَ أَنْ يَلْحَقَهُ العَدَمُ لَانْتَفَى عَنْهُ القِدَمُ لِكَوْنِ وُجُودِهِ حِيْنَئِذٍ جَائِزًا لَا وَاجِبًا، وَالجَائِزُ لَا يَكُونُ وُجُودُهُ إِلًَا حَادِثًا. كَيْفَ وَقَدْ سَبَقَ قَرِيْبًا وُجُوبُ قِدَمِهِ تَعَالٰى وَبَقَائِهِ.

*Bukti Sifat Baqa'*

Adapun bukti wajib sifat baqa'¹ Allâh Ta'ala adalah karena jika seandainya mungkin ketiadaan terjadi pada-Nya (bersifat punah), niscaya hilang dari-Nya sifat Qidam. Karena (jika demikian) seketika wujud-Nya Allah menjadi Jaiz, tidak wajib aqli lagi. Dan perkara Jaiz tidak akan ada wujudnya kecuali baharu. Bagaimana mungkin pemahaman (buruk) ini dibenarkan, padahal telah (ditetapkan) sifat wajib Qidam bagi Allâh Ta'ala dan sifat Baqa' (kekal) bagi Allâh Ta'ala.

Catatan:
¹ Dalil Al Qur'an, Allah ﷻ berfirman:

﴿هُوَ الأَوَّلُ وَالآخِرُ﴾ [سورة الحديد، ءاية ٣]
Maknanya:
"Dia Allâh adalah Dzat yang adanya tanpa permulaan dan tanpa penghabisan". (Surat Al-Hadid: 3)

﴿وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ﴾ [سورة الرحمٰن، ءاية ٢٧]  أي يَبقَى ذاتُ الله.
Maknanya:
"Dan tetap kekal Dzāt Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemulian.” (Surat Ar Rahman: 27)

Pertanyaan:
1. Apa yang dimaksud sifat fana?
2. Apa yang dimaksud Sifat Baqa'?

وَأَمَّا بُرْهَانُ وُجُوبِ مُخَالَفَتِهِ تَعَالٰى لِلْحَوَادِثِ: فَلِأَنَّهُ لَوْ مَاثَلَ شَيْئًا مِنْهَا لَكَانَ حَادِثًا مِثْلَهَا، وَذٰلِكَ مُحَالٌ لِمَا عَرَفْتَ قَبْلُ مِنْ وُجُوبِ قِدَمِهِ تَعَالٰى وَبَقَائِهِ. 

*Bukti Sifat Mukhalafatuh Li Al Hawaditsi*

Adapun bukti wajib sifat Mukhalafah Allâh Ta'ala Li Al Hawaditsi¹ adalah jika seandainya Allâh menyamai sesuatu yang baharu (makhluq-Nya), maka Allah Baharu sebagaimana makhluq. Dan hal itu adalah mustahil. Karena sebagaimana yang telah diketahui tentang wajibnya sifat Qidam (Ada Tanpa Permulaan) dan sifat Baqa' (Kekal) bagi Allâh Ta'ala.

Catatan:
¹ Dalil Al Qur'an, Allah ﷻ berfirman:

﴿لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ﴾ ( سورة الشورى : 11 )
Maknanya:
“Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi maupun semua segi), dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”. (QS. as-Syura: 11)

Pertanyaan:
1. Apa yang dimaksud golongan Musyabbihah?
2. Apa yang dimaksud golongan Mujassimah?

وَأَمَّا بُرْهَانُ وُجُوبِ قِيَامِهِ تَعَالٰى بِنَفْسِهِ: فَلِأَنَّهُ تَعَالٰى لَوِ احْتَاجَ إِلَى مَحَلٍّ لَكَانَ صِفَةً، وَالصِّفَةُ لَا تَتَّصِفُ بِصِفَاتِ المَعَانِي وَلَا المَعْنَوِيَّةِ، وَمَوْلَانَا جَلَّ وَعَزَّ يَجِبُ اتِّصَافُهُ بِهِمَا فَلَيْسَ بِصِفَةٍ، وَلَوِ احْتَاجَ إِلَى مُخَصِّصٍ لَكَانَ حَادِثًا. كَيْفَ وَقَدْ قَامَ البُرْهَانُ عَلَى وُجُوبِ قِدَمِهِ تَعَالٰى وَبَقَائِهِ. 

*Bukti Sifat Qiyamuhu Binafsihi*

Adapun bukti wajib sifat Qiyamuhu Binafsihi Allâh Ta'ala¹ adalah karena seandainya Allâh Ta'ala membutuhkan kepada tempat, niscaya Allah adalah (jadi) sifat, dan sifat tidak mungkin bersifatkan sifat-sifat Al Ma'aniy ataupun Al Ma'nawiyyah. Dan Allah Jalla Wa 'Azza *wajib* bersifatkan keduanya (Al Ma'aniy dan Al Ma'nawiyyah), maka Allâh bukanlah sifat.

Dan jika Allâh butuh terhadap pencipta, maka Allâh baharu. Bagaimana pemahaman (buruk) ini dibenarkan, sementara sungguh telah terpenuhi dalil (bukti) tentang wajibnya sifat Qidam (Ada Tanpa Permulaan) dan sifat Baqa' (Kekal) bagi Allâh Ta'ala.

Catatan:
¹ Dalil Al Qur'an, Allah ﷻ berfirman:

{  إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ} (سورة العنكبوت: 6) 

Maknanya:
“Sesungguhnya Allâh benar-benar Maha Kaya (tidak membutuhkan suatu apapun) dari alam semesta (makhluqNya)”. (QS. Al 'Ankabût: 6)

Pertanyaan:
1. Apa yang dimaksud Aqidah Tanzih?
2. Kenapa sifat butuh adalah sifat yang lemah?

وَأَمَّا بُرْهَانُ وُجُوبِ الوَحْدَانِيَّةِ لَهُ تَعَالٰى: فَلِأَنَّهُ لَوْ لَمْ يَكُنْ وَاحِدًا لَزِمَ أَنْ لَا يُوجَدَ شَىْءٌ مِنَ العَالَمِ لِلُزُومِ عَجْزِهِ حِيْنَئِذٍ. 

*Bukti Sifat Al Wahdaniyyah*

Adapun bukti wajib sifat Al Wahdaniyyah Allâh Ta'ala¹ adalah karena seandainya Allâh Ta'ala tidak Esa, niscaya tidak akan wujud sesuatu apapun dari alam semesta, karena tetapnya sifat lemah bagi Allah ketika Allah tidak bersifat Al Wahdaniyyah.

Catatan:
¹ Dalil Al Qur'an, Allâh ﷻ berfirman:

{لَوۡ كَانَ فِیهِمَاۤ ءَالِهَةٌ إِلَّا ٱللَّهُ لَفَسَدَتَاۚ فَسُبۡحَـٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلۡعَرۡشِ عَمَّا یَصِفُونَ} (سُورَةُ الأَنبِيَاءِ: ٢٢)
Maknanya:
"Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada tuhan-tuhan selain Allâh, maka langit dan bumi pasti binasa (tidak akan ada)." (Surat Al-Anbiya' 22)

Ayat ini sering disebut dengan *dalil at tamaanu'* (dalil yang membantah adanya sekutu bagi Allah ta'ala).

Karena jika tuhan itu dua, pasti keduanya memiliki kehendak, karena jika tidak memiliki kehendak maka dia terpaksa dan jika terpaksa maka dia lemah dan yang lemah itu bukan Tuhan. 
Kehendak keduanya adakalanya sama dan adakalanya berbeda.

Jika kehendak keduanya sama; misalnya keduanya sama-sama berkehendak untuk mengadakan sesuatu maka:
1.  Adakalanya keduanya mengadakannya secara bersama-sama, sehingga konsekuensinya ada dua pencipta pada satu ciptaan *dan itu batil*.

2. Adakalanya tuhan yang pertama mengadakan sesuatu itu kemudian baru yang kedua yang mengadakannya, konsekwensinya terjadi tahshilul hasil (mengadakan sesuatu yang sudah ada), *dan ini juga batil*. 

Jika keduanya berbeda kehendak, maka adakalanya terlaksana kehendak salah satunya atau tidak
1. Jika yang terlaksana adalah kehendak salah satu dari keduanya maka berarti tuhan yang kedua lemah, jika terbukti yang kedua lemah maka yang lain juga bisa lemah, karena dia serupa dengan yang pertama.

2. Jika kehendak keduanya tidak terlaksana maka keduanya lemah.

Dan dilanjutkan:

فَسُبۡحَـٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلۡعَرۡشِ عَمَّا یَصِفُونَ
Maknanya:
"Allâh maha suci dari sifat-sifat yang disifatkan oleh orang-orang kafir kepada-Nya." (Surat Al-Anbiya' 22)

Orang-orang kafir mensifati Allah dengan sifat-sifat makhluk, mereka meyakini bahwa Allah itu berbilang, mereka mesekutukan Allah dengan makhluk-Nya.

Allah adalah Tuhan Arsy artinya Allah adalah Tuhan alam semesta seluruhnya.
Karena Arsy adalah makhluk Allah yang paling besar ukurannya, sehingga ketika dikatakan Allah adalah Tuhan Arsy (Tuhan dari makhluk yang terbesar) maka lebih-lebih lagi Allah adalah tuhan makhluk yang lebih kecil dari Arsy seperti langit, bumi, manusia dan seterusnya.

*Jadi, tidak ada yang namanya agama itu sama.* Karena agama selain Islam, adalah mereka yang menyembah makhluk yang dijadikan Tuhan, mereka menyekutukan Allaah Ta'ala.

*Maka jangan pernah mengatakan bahwa agama itu sama, karena akan menyalahi dari ayat ini (Surat Al-Anbiya' 22).* Dan *barangsiapa yang menyalahi Al Qur'an maka dia telah kafir*.

Pertanyaan:
1. Apa yang dimaksud Syirik?
2. Orang yang menyembah kepada selain Allâh disebut .....?
3. Apa yang dimaksud dengan berhala?

وَأَمَّا بُرْهَانُ وُجُوبِ اتِّصَافِهِ تَعَالٰى بِالقُدْرَةِ وَالإِرَادَةِ وَالعِلْمِ وَالحَيَاةِ: فَلِأَنَّهُ لَوِ انْتَفَى شَىْءٌ مِنْهَا لَمَا وُجِدَ شَىْءٌ مِنَ الحَوَادِثِ. 

*Bukti Sifat Qudrah, Iradah, Ilmu dan Hayah*

Adapun bukti wajib mensifat Allâh Ta'ala dengan Al-Qudrah¹, Al-Irâdah², Al-Ilmu³ dan Al-Hayâh⁴ (Hidup) adalah karena seandainya satu dari sifat-sifat ini hilang (tidak ada), maka tidak akan terwujud sesuatu apapun pada makhluk-makhluk.

Catatan:
¹ Dalil sifat Al-Qudrah, Allah ﷻ berfirman:

﴿وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيءٍ قَديرٌ﴾ (سورة المائدة: ١٢٠)
Maknanya:
“Dan Dia (Allâh) Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al Mâidah: 120)

² Dalil sifat Al-Irâdah, Allah ﷻ berfirman:

﴿وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ﴾ (سورة التكوير: ٢٩) 
Maknanya:
"Dan kamu tidak dapat memiliki kehendak kecuali apabila dikehendaki Allah,Tuhan semesta alam". (Q.S. At Takwîr: 29)

³ Dalil sifat Al-Ilmu, Allah ﷻ berfirman:

﴿وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدۡ أَحَاطَ بِكُلِّ شَیۡءٍ عِلۡمَۢا﴾ (سورة الطلاق: ١٢)
Maknanya:
"Dan sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu" (Q.S. Ath-Thalâq 12)

⁴ Dalil sifat Al-Hayâh, Allah ﷻ berfirman:

﴿ٱللَّهُ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَیُّ ٱلۡقَیُّومُ﴾ (سورة آل عمران: ٢)
Maknanya:
"Allah yang tidak ada yang disembah dengan haq selain hanya Dia yang Maha Hidup". (Surat Ali 'Imran: 2)

Pertanyaan:
1. Apa yang dimaksud sifat Al Qudrah?
2. Apa yang dimaksud sifat Al Irâdah?
3. Apa yang dimaksud sifat Al Ilmu?
4. Apa yang dimaksud sifat Al Hayâh?

وَأَمَّا بُرْهَانُ وُجُوبِ السَّمْعِ لَهُ تَعَالٰى وَالبَصَرِ وَالكَلَامِ فَالكِتَابُ وَالسُّنَّةُ وَالإِجْمَاعُ، وَأَيْضًا لَوْ لَمْ يَتَّصِفْ بِهَا لَزِمَ أَنْ يَتَّصِفَ بِأَضْدَادِهَا، وَهِيَ: نَقَائِصُ، وَالنَّقْصُ عَلَيْهِ تَعَالٰى مُحَالٌ. 

*Bukti Sifat As-Sama', Al-Bashar dan Al-Kalâm*

Adapun bukti wajib sifat As-Sama'¹, Al-Bashar² dan Al-Kalâm³ bagi Allâh Ta'ala dengan Al-Qur'an, Al-Hadits, dan Ijma'.

Dan juga seandainya Dia tidak disifati dengan sifat-sifat tersebut, maka Dia disifati dengan sifat kebalikannya, dan tentu itu cacat (kurang), dan sifat cacat itu mustahil bagi Allâh Ta'ala.

Catatan:
¹_² Dalil sifat As-Sama' dan Al-Bashar, Allah ﷻ berfirman:

﴿لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ﴾ ( سورة الشورى : 11 )
Maknanya:
“Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi maupun semua segi), dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya, dan Allâh Maha Mendengar dan Maha Melihat. (QS. as-Syura: 11)

³ Dalil sifat Al-Kalâm, Allah ﷻ berfirman:

﴿وَكَلَّمَ ٱللَّهُ مُوسَىٰ تَكۡلِیمࣰا﴾
Maknanya:
"Dan benar-benar Allâh telah memperdengarkan kalam-Nya kepada nabi Musa" (Q.S An-Nisa': 164)

Pertanyaan:
1. Apa yang dimaksud sifat As Sama'?
2. Apa yang dimaksud sifat Al Bashar?
3. Apa yang dimaksud sifat Al Kalam?
4. Apa yang dimaksud sifat Kalam Adz Dzati dan Kalam Lafdzul Munazzal?

Posting Komentar untuk "Al Aqidah As-Sanusiyyah: Dalil Sifat-sifat wajib bagi Allâh Ta'ala"